Gejala Kanker Usus Besar, Penyebab Kanker Usus Besar, Zmooth, Detox, Manfaat Zmooth, Kandungan Zmooth, Agen Resmi Zmooth, Tahap Perkembangan Kanker Usus Besar, Diagnosis Kanker Usus Besar, kanker serviks, pembalut wanita, kanker payudara, kanker prostat, kanker kelenjar getah bening, obat kanker

Detox is easy

Clean Your Body With Zmooth

Detox is Esay

Clean Your Body With Zmooth

Detox is Esay

Clean Your Body With Zmooth

Detox is Esay

Clean Your Body With Zmooth

Detox is Esay

Clean Your Body With Zmooth

Wednesday, January 27, 2016

Gejala, Penyebab dan Pencegahan Kanker Payudara

Gejala, Penyebab dan Pencegahan Kanker Payudara


Gejala, Penyebab dan Pencegahan Kanker Payudara

Gejala Kanker Payudara

Indikasi pertama dari kanker payudara yang umumnya disadari adalah benjolan atau kulit yang menebal di payudara, tetapi sekitar 9 dari 10 benjolan yang muncul bukanlah disebabkan oleh kanker.

Indikasi pertama kanker payudara yang biasanya disadari adalah benjolan atau kulit yang menebal pada payudara. Meski demikian, sekitar 9 dari 10 benjolan yang muncul bukanlah disebabkan oleh kanker.

Terdapat beberapa indikasi yang perlu Anda perhatikan agar bisa ditanyakan langsung kepada dokter yang menangani Anda. Contoh gejala tersebut adalah rasa sakit pada payudara atau ketiak yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi.

Kemunculan benjolan atau kulit payudara yang menebal serta keluarnya cairan dari puting (biasanya disertai darah) juga perlu Anda waspadai. Beberapa gejala lainnya adalah perubahan ukuran pada salah satu atau kedua payudara, perubahan bentuk puting, serta kulit payudara yang mengerut.

 Anda mungkin juga akan mengalami gatal-gatal dan muncul ruam di sekitar puting Anda. Pada bagian ketiak Anda, bisa juga muncul benjolan atau pembengkakan. Tanda-tanda dan gejala di atas perlu Anda waspadai dan usahakan untuk menanyakan pada dokter untuk memastikan kondisi yang Anda alami.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Sulit untuk memastikan bahwa tiap penderita memiliki penyebab yang sama atau tidak. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko terkena kanker payudara, antara lain:

Dampak Diagnosis Kanker Payudara yang Sebelumnya
Jika Anda pernah mengidap kanker payudara atau terjadi perubahan sifat sel kanker non-invasif yang terkandung di dalam saluran payudara menjadi sel kanker invasif, Anda dapat kembali terkena kanker pada payudara yang sama atau pada payudara satunya.

Pengaruh Benjolan Jinak yang Pernah Dimiliki
Memiliki benjolan jinak bukan berarti Anda mengidap kanker payudara, tetapi benjolan tertentu mungkin bisa meningkatkan risiko Anda. Perubahan kecil pada jaringan payudara Anda, seperti pertumbuhan sel yang tidak lazim dalam saluran atau lobulus, bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker payudara.

Pengaruh Genetika dan Riwayat Kesehatan Keluarga
Jika Anda memiliki keluarga inti (misalnya, ibu, kakak, adik atau anak) yang mengidap kanker payudara atau ovarium, risiko Anda untuk terkena kanker payudara akan meningkat. Tetapi kanker payudara mungkin juga muncul lebih dari sekali dalam satu keluarga secara kebetulan.

Umumnya kasus kanker payudara bukan dikarenakan faktor keturunan (hereditas), tetapi mutasi gen tertentu yang dikenal dengan nama BRCA1 dan BRCA2 dapat mempertinggi risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Jenis kanker ini juga mungkin diturunkan orang tua kepada anak.

Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, risiko kanker juga akan meningkat. Kanker payudara umumnya terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun yang sudah mengalami menopause. Sekitar 80 persen kasus kanker payudara terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Risiko Paparan Radiasi
Risiko Anda untuk terkena kanker payudara juga bisa meningkat jika sering terpapar radiasi atau akibat prosedur medis tertentu yang menggunakan radiasi seperti rontgen dan CT scan.

Risiko Paparan Estrogen
Risiko terkena kanker payudara akan sedikit meningkat akibat tingkat paparan terhadap estrogen dalam tubuh. Contoh:

Jika Anda tidak memiliki keturunan atau melahirkan di usia lanjut. Hal ini akan meningkatkan risiko kanker payudara karena paparan terhadap estrogen tidak terhalang oleh proses kehamilan.
Jika Anda mengalami masa menstruasi yang lebih lama (misalnya, mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun atau mengalami menopause setelah usia 55 tahun).

Pengaruh Terapi Penggantian Hormon
Terapi penggantian hormon kombinasi memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada terapi penggantian hormon estrogen. Tetapi keduanya tetap dapat mempertinggi risiko terkena kanker payudara.Di antara 1.000 wanita yang menjalani terapi hormon kombinasi selama 10 tahun, diperkirakan akan ada 19 kasus kanker payudara lebih banyak dibanding kelompok wanita yang tidak pernah menerima terapi hormon. Risiko ini juga akan meningkat seiring durasi terapi, tapi akan kembali normal setelah Anda berhenti menjalaninya.

Pengaruh Kelebihan Berat Badan Atau Obesitas
Kelebihan berat badan setelah menopause dapat menyebabkan peningkatan produksi estrogen sehingga risiko kanker payudara akan meningkat.

Konsumsi Minuman Keras
Sebuah penelitian telah dilakukan terhadap 200 wanita pengonsumsi minuman keras dan 200 wanita bukan pengonsumsi minuman keras. Hasilnya menyatakan bahwa anggota kelompok pengonsumsi minuman keras bisa terserang kanker sebanyak tiga orang lebih banyak. Risiko kanker payudara akan meningkat seiring banyaknya jumlah minuman keras yang dikonsumsi.

Cara Pencegahan Kanker Payudara


Pencegahan secara total untuk kanker payudara sulit diketahui karena penyebab kanker ini belum diketahui dengan pasti. Tetapi ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko kanker payudara.

Langkah utamanya adalah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Misalnya mengurangi konsumsi makanan berlemak, menjaga berat badan yang sehat dan ideal, teratur berolahraga, serta membatasi konsumsi alkohol. Cara-cara tersebut tidak hanya bisa menurunkan risiko kanker payudara, tapi juga mencegah berbagai penyakit lain.

Selain gaya hidup, penelitian juga menunjukkan bahwa wanita yang pernah menyusui memiliki risiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara. Hal ini mungkin terjadi karena masa ovulasi mereka menjadi tidak rutin saat sedang menyusui sehingga tingkat estrogen tetap stabil.

Menghadang Kanker Payudara Secara Klinis

Ada beberapa penanganan untuk menurun risiko bagi wanita dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi dari rata-rata. Dua jenis penanganan utamanya akan dijelaskan lebih detail di bawah ini.

Penanganan dengan obat-obatan

Dua jenis obat yang tersedia untuk wanita dengan risiko tinggi terkena kanker payudara adalah tamoksifen dan raloksifen. Wanita yang sudah mengalami menopause dapat menggunakan kedua obat ini, sementara wanita yang belum menopause hanya dianjurkan untuk menggunakan tamoksifen. Jika Anda pernah atau memiliki risiko mengalami penggumpalan darah atau kanker rahim, kedua obat ini juga kemungkinan tidak cocok.

Bagi Anda yang ingin memiliki anak, dokter biasanya akan menganjurkan untuk berhenti meminum tamoksifen setidaknya dua bulan sebelum mencoba untuk hamil karena obat ini akan memengaruhi perkembangan janin. Tamoksifen juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, jadi Anda sebaiknya berhenti meminumnya pada enam minggu sebelum operasi.

Mastektomi

Selain untuk menangani kanker payudara, mastektomi juga digunakan untuk menurunkan risiko kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi akibat riwayat keturunan. Operasi ini bisa menurunkan risiko kanker payudara hingga 90%, namun tetap memiliki risiko komplikasi.

Pengangkatan payudara juga mungkin dapat menurunkan kepercayaan diri pasien secara signifikan. Di samping operasi plastik, rekonstruksi payudara yang dilakukan bersamaan atau setelah mastektomi, Anda juga memiliki alternatif lain, yaitu payudara palsu yang dapat digunakan di dalam beha.

Lakukan Detox Tubuh secara berkala agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya, 
keluarkan racun dalam tubuh dengan :


Manfaat Zmooth

Membersihkan racun dalam semua sistem tubuh.
Membantu perkembangbiakan bakteri baik di usus.
Melancarkan pembuangan BAB.
Mempercepat penyerapan zat makanan dalam usus.
Mencegah kanker usus.
Meringankan beban fungsi enzim di pancreas.
Mengurangi lemak pada liver.
Membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Membantu menurunkan kadar kolestrol.
Mncegah infeksi saluran cerna, saluran kemih dan saluran nafas.
Mencegah penyakit kardiovaskuler ( stroke, hipertensi, penyakit jantung koroner, dsb )
Membantu mengatasi alergi.
Meningkatkan ketahanan pada masa kemoterapi kanker.
Meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh.
mmbantu menormalkan kadar gula darah.
Optimalisasi manajemen berat badan.

Untuk Pemesanaan/Berminat Menjadi Agen Hubungi :



Share:

Diagnosis dan Pemeriksaan Kanker Payudara

Diagnosis dan Pemeriksaan Kanker Payudara



Diagnosis dan Pemeriksaan Kanker Payudara

Pada umumnya, kanker payudara didiagnosis melalui pemeriksaan rutin atau ketika penderitanya menyadari gejala-gejala tertentu yang akhirnya menjadi pendorong untuk ke dokter.Pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mengonfirmasi diagnosis kanker payudara.

Jika menemukan benjolan pada payudara Anda, dokter akan menganjurkan beberapa prosedur untuk memastikan apakah Anda menderita kanker payudara atau tidak.

  • Mamografi. Pemeriksaan dengan mamografi umumnya digunakan untuk mendeteksi keberadaan kanker.
  • USG. Jenis pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan apakah benjolan pada payudara berbentuk padat atau mengandung cairan.
  • Biopsi. Pemeriksaan ini meliputi proses pengambilan sampel sel-sel payudara dan mengujinya untuk mengetahui apakah sel-sel tersebut bersifat kanker. Melalui prosedur ini, sampel biopsi juga akan diteliti untuk mengetahui jenis sel payudara yang terkena kanker, keganasannya serta reaksinya terhadap hormon.

Saat didiagnosis positif mengidap kanker, Anda memerlukan sejumlah pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui stadium dan tingkat penyebaran kanker. Di antaranya:

  • MRI dan CT scan.
  • Rontgen dada.
  • Pemeriksaan tulang untuk mengecek apakah kanker sudah menyebar ke tulang.
  • Biopsi kelenjar getah bening (noda limfa) di ketiak. Jika terjadi penyebaran kanker, kelenjar getah bening pertama yang akan terinfeksi adalah noda limfa sentinel.Lokasinya bervariasi jadi perlu diidentifikasikan dengan kombinasi isotop radioaktif dan tinta biru.



Stadium Kanker Payudara

Stadium menjelaskan ukuran kanker dan tingkat penyebarannya. Kanker payudara duktal non-invasif terkadang digambarkan sebagai Stadium 0. Stadium lainnya menjelaskan perkembangan kanker payudara invasif. Dokter akan menentukan stadium kanker setelah Anda didiagnosis positif terkena kanker.

Pada stadium 1

Ukuran tumor kurang dari 2 cm. Tumor tidak menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dan tidak ada tanda-tanda penyebaran kanker ke bagian lain tubuh.

Pada stadium 2

Ukuran tumor 2-5 cm atau tidak ada penyebaran ke kelenjar getah bening, atau keduanya. Tidak ada tanda-tanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh.

Pada stadium 3

Ukuran tumor 2-5 cm. Tumor mungkin menempel pada kulit atau jaringan di sekitar payudara. Kelenjar getah bening di ketiak terinfeksi, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh.

Pada stadium 4

Tumor dengan segala ukuran dan sudah menyebar ke bagian lain tubuh (metastasis).

Lakukan pencegahan penyakit kanker payudara sejak dini dengan DETOX tubuh
Racun yang menumpuk dan mengendap lama dalam tubuh bisa menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah kanker payudara
Lakukan DETOX sekarang juga!!!!


Terbuat dari bahan-bahan alami yang sangat aman dikonsumsi

Manfaat ZMOOTH

Membersihkan racun dalam semua sistem tubuh.
Membantu perkembangbiakan bakteri baik di usus.
Melancarkan pembuangan BAB.
Mempercepat penyerapan zat makanan dalam usus.
Mencegah kanker usus.
Meringankan beban fungsi enzim di pancreas.
Mengurangi lemak pada liver.
Membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Membantu menurunkan kadar kolestrol.
Mncegah infeksi saluran cerna, saluran kemih dan saluran nafas.
Mencegah penyakit kardiovaskuler ( stroke, hipertensi, penyakit jantung koroner, dsb )
Membantu mengatasi alergi.
Meningkatkan ketahanan pada masa kemoterapi kanker.
Meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh.
mmbantu menormalkan kadar gula darah.
Optimalisasi manajemen berat badan.

Untuk pemesanan/menjadi agen hubungi :



Share:

Pengertian Kanker Payudara

Pengertian Kanker Payudara


Kanker Payudara

Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus (kelenjar kecil penghasil air susu). Saat seorang wanita melahirkan, Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui.

Sel-sel dalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembang biak secara teratur. Sel-sel baru hanya terbentuk saat dibutuhkan. Tetapi proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda.

Proses tersebut akan berjalan secara tidak wajar sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut kanker yang mengalami metastasis.

Jika terdeteksi pada stadium awal, kanker dapat diobati sebelum menyebar ke bagian lain tubuh. Gejala awal kanker payudara adalah benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Tetapi sebagian besar benjolan belum tentu menandakan kanker.

Penderita Kanker Payudara di Indonesia

Kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk pada tahun 2012, menurut data di organisasi kesehatan dunia (WHO). Dibandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia, kanker payudara di Indonesia lebih banyak diderita oleh wanita usia muda dan pada tahap yang lebih lanjut.

Kanker payudara tidak hanya menyerang kaum wanita tapi juga pria walaupun jarang.

Apa saja Jenis Kanker Payudara?

Dua di antara tiga wanita yang mengidap kanker payudara berusia di atas 50 tahun. Saat Anda menyadari adanya gejala kanker payudara, Anda dianjurkan untuk segera mengonsultasikannya ke dokter. Setelah pemeriksaan, dokter biasanya merujuk Anda ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis.

Kanker payudara umumnya terbagi dalam dua kategori, yaitu non-invasif dan invasif. Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut:

1. Kanker payudara invasif

Bentuk paling umum dari kanker payudara invasif adalah kanker payudara duktal invasif yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Kata invasif berarti kanker ini dapat menyebar di luar payudara. Sekitar 80 persen dari semua kasus kanker payudara invasif merupakan jenis semacam ini.

Jenis kanker payudara invasif lain meliputi:

Kanker payudara lobular invasif. Penyakit ini berkembang pada kelenjar penghasil susu yang disebut lobulus.
Kanker payudara terinflamasi.
Kanker Paget pada payudara.
Jenis-jenis kanker ini juga dikenal sebagai kanker payudara sekunder atau metastasis. Jenis ini dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Penyebarannya biasanya melalui kelenjar getah bening (kelenjar kecil yang menyaring bakteri dari tubuh) atau aliran darah.

2. Kanker payudara non-invasif

Bentuk kanker non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan. Jenis ini juga sering disebut pra kanker. Tipe yang paling umum dari kanker ini adalah duktal karsinoma in situ. Jenis kanker payudara ini bersifat jinak dan ditemukan dalam saluran (duktus) payudara, serta belum menyebar.

Pemeriksaan Payudara dan Genetika

Penyebab kanker payudara yang utama belum diketahui. Karena itu, pencegahan sepenuhnya untuk kanker payudara juga sulit ditentukan. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker, misalnya usia dan riwayat kesehatan keluarga.

Pemeriksaan payudara dan genetika dianjurkan untuk wanita dengan kemungkinan terkena kanker payudara melebihi rata-rata. Risiko kanker payudara meningkat seiring usia, maka wanita berusia 50-70 tahun dianjurkan memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Wanita berusia 70 tahun ke atas juga dianjurkan untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter.

Langkah-langkah Pengobatan Kanker Payudara

Satu dari sembilan orang wanita akan terkena kanker payudara selama masa hidup mereka. Kanker yang terdeteksi pada tahap awal memiliki peluang untuk sembuh melalui langkah-langkah pengobatan. Karena itu, sangat penting bagi seorang wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara secara rutin.

Kanker payudara dapat diobati dengan kombinasi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Beberapa kasus kanker payudara juga dapat ditangani melalui terapi biologis atau hormon. Selama masa pengobatan dan pemulihan, dukungan dari orang lain (terutama keluarga serta teman dekat) bagi penderita kanker payudara sangatlah penting.

Cegah penyakit kanker payudara sejak dini dengan melakukan detox tubuh
Detox tubuh bertujuan untuk mengeluarkan racun-racun penyebab berbagai macam penyakit

Lakukan DETOX sekarang juga!!!!!


Manfaat ZMOOTH

Membersihkan racun dalam semua sistem tubuh.
Membantu perkembangbiakan bakteri baik di usus.
Melancarkan pembuangan BAB.
Mempercepat penyerapan zat makanan dalam usus.
Mencegah kanker usus.
Meringankan beban fungsi enzim di pancreas.
Mengurangi lemak pada liver.
Membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Membantu menurunkan kadar kolestrol.
Mncegah infeksi saluran cerna, saluran kemih dan saluran nafas.
Mencegah penyakit kardiovaskuler ( stroke, hipertensi, penyakit jantung koroner, dsb )
Membantu mengatasi alergi.
Meningkatkan ketahanan pada masa kemoterapi kanker.
Meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh.
mmbantu menormalkan kadar gula darah.
Optimalisasi manajemen berat badan.

Untuk Pemesanan/Menjadi agen :


Share:

Tuesday, January 26, 2016

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks


Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Pada usia berapa pun, semua wanita bisa menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30-45 tahun. Kanker serviks sangat jarang terjadi pada wanita berusia di bawah 25 tahun.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Penyebab Utama Kanker Serviks adalah Human Papillomavirus

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks. Ada banyak jenis HPV dan sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker.

Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.

Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks, tapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18 atau vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18.

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan cara operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Jika lebih lanjut, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan radioterapi adalah langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi juga dipakai berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya adalah menopause dini dan kemandulan.

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks
Pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan cara operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Jika lebih lanjut, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan radioterapi adalah langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi juga dipakai berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya adalah menopause dini dan kemandulan.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Selama bertahun-tahun, dinding sel permukaan leher rahim mengalami banyak perubahan. Sel-sel ini bisa perlahan-lahan berubah menjadi kanker, tapi perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini. Pengobatan ketika sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan agar risiko terkena kanker serviks bisa berkurang.

Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel yang abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Saat melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop.

Screening serviks bukanlah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini berguna untuk memeriksa kesehatan sel-sel di leher rahim dan mendeteksi jika ada sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks dapat dicegah secara maksimal. Pada kebanyakan wanita, tes akan menunjukkan hasil yang normal. Tapi sekitar 5 persen tes menunjukkan adanya perubahan abnormal pada sel leher rahim.

Perubahan ini kebanyakan tidak berujung kepada kanker dan sel-sel abnormal mungkin bisa kembali normal dengan sendirinya. Tapi pada beberapa kasus tertentu, sel-sel yang bersifat abnormal perlu diangkat karena berpotensi berubah menjadi kanker.

Hasil tes smear yang abnormal tidak berarti seseorang menderita kanker serviks. Kebanyakan hasil abnormal disebabkan oleh infeksi atau adanya sel berisiko kanker yang bisa ditangani dengan mudah. Disarankan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa tiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun dapat diperiksa tiap lima tahun sekali. Hubungi dokter untuk mencari tahu lebih banyak tentang pemeriksaan ini.

Yang Harus Diketahui Oleh Para Wanita

83% wanita mengalami infeksi vagina (62% dari data tersebut disebabkan pemakaian pembalut yang kurang berkualitas). Dari data Subdit Kanker Kemenkes RI per 20 Januari 2014 menyebutkan bahwa dari total penduduk perempuan usia 30-50 tahun sebanyak 36.761.000 orang, rasio penderita kanker serviks adalah 1,3 per 1.000 penduduk atau sekitar 840 orang.

Fakta dan Ancaman Dioksin Pada Pembalut Wanita

Seringkali pembalut wanita terbuat dari bahan baku kertas bekas, pulp dsb yang didaur ulang disertai dengan proses pemutihan (bleaching) yang menggunakan klorin, proses tersebut akan menghasilkan zat sampingan, yaitu "dioksin" yang berdampak buruk terhadap kesehatan, misalnya radang pada organ intim wanita, keputihan bahkan kanker.


Mengandung bahan-bahan yang aman


Mengapa Z-Care Dilengkapi Unsur Magnetic?

Memperlancar sirkulasi darah,oksigen dan hormon pada organ genital wanita
Mengaktifkana sel saraf
Meningkatkan penyerapan anion

Manfaat Z-Care

Memperlancar peredaran darah pada organ kewanitaan
Mengatasi keputihan dan bau tidak sedap serta memberi rasa nyaman dan kering saat haid
Mengurangi nyeri haid
Mencegah infeksi bakteri, virus dan jamur
Menjaga keseimbangan pH pada organ wanita
Meningkatkan metabolisme hormon pada organ kewanitaan

Ganti pembalut anda dengan Z-Care untuk hidup lebih sehat dan bahagia

Untuk pemesanan/menjadi agen :



Share:

Sunday, January 24, 2016

Cara Diagnosis Kanker Usus Besar

CARA DIAGNOSIS KANKER USUS BESAR


Cara Diagnosis Kanker Usus Besar

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita kanker usus besar, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakannya. Selain itu, biasanya dokter juga akan menanyakan apakah pasien menderita suatu kondisi tertentu yang dapat memperbesar risiko terkena kanker usus besar atau apakah memiliki kerabat dekat penderita kanker usus besar.

Setelah penjelasan pasien didapat, dokter akan melakukan pemeriksaan sederhana dengan cara mengecek kondisi anus pasien untuk melihat adanya pembengkakan. Sebuah alat yang disebut sigmoidoskopi dapat digunakan dokter jika diperlukan. Sigmoidoskopi merupakan alat berbentuk selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera di ujungnya untuk dimasukkan ke usus besar melalui anus. Melalui monitor, dokter dapat melihat apakah ada tanda-tanda kanker usus besar.

Selain sigmoidoskopi, ada beberapa macam pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan kanker usus besar, terutama jika sigmoidoskopi saja dirasa dokter belum cukup. Beberapa pemeriksaan tersebut adalah:
  1. Kolonoskopi. Konsep pemeriksaan ini sebenarnya sama seperti sigmoidoskopi. Hanya saja pada kolonoskopi, alat yang digunakan lebih panjang sehingga mampu menjangkau lebih dalam ke usus besar. Kamera yang dipasang di ujung kolonoskopi mampu memberikan gambar bagian-bagian usus besar yang tidak normal akibat serangan kanker. Bahkan jika diperlukan, biopsi atau pengambilan sampel bisa dilakukan dengan alat khusus yang disertakan pada kolonoskopi. Sampel tersebut selanjutnya diteliti di laboratorium guna mendeteksi adanya kanker. Sebelum melakukan kolonoskopi, pasien akan diberi obat pencahar oleh dokter agar perutnya bersih dari kotoran, sehingga hasil yang didapat dari proses pengamatan akan jauh lebih baik.
  2. Kolonoskopi virtual. Pemeriksaan ini disebut juga dengan CT colonography. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan jika pasien tidak dapat menjalani kolonoskopi biasa karena alasan medis tertentu. Di dalam kolonoskopi virtual, selang khusus akan dimasukkan ke anus. Gas kemudian akan dipompakan melalui selang, sehingga usus pasien akan sedikit mengembang. Setelah itu, dokter akan bisa mengamati keadaan usus dari segala sudut dengan bantuan CT scan.
Cegah penyakit kanker usus dengan selalu menjaga usus tetap bersih, lakukan detox tubuh dengan ZMOOTH. Keluarkan racun dari tubuh kita.

Tahukah anda bahwa semua penyakit timbul karena usus yang penuh dengan racun
Lakukan DETOX Sekarang juga!!!!!! dengan ZMOOTH


Kandungan

Klorella
Daun Barley
Daun Gandum
Tepung Beras Merah
Klorofil
Cuka sari apel
Lidah buaya
Natural Maltodekstrin (daun stevia)
Spirulina
Prebiotik & Probiotik

Manfaat 

Membersihkan racun dalam semua sistem tubuh.
Membantu perkembangbiakan bakteri baik di usus.
Melancarkan pembuangan BAB.
Mempercepat penyerapan zat makanan dalam usus.
Mencegah kanker usus.
Meringankan beban fungsi enzim di pancreas.
Mengurangi lemak pada liver.
Membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Membantu menurunkan kadar kolestrol.
Mncegah infeksi saluran cerna, saluran kemih dan saluran nafas.
Mencegah penyakit kardiovaskuler ( stroke, hipertensi, penyakit jantung koroner, dsb )
Membantu mengatasi alergi.
Meningkatkan ketahanan pada masa kemoterapi kanker.
Meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh.
mmbantu menormalkan kadar gula darah.
Optimalisasi manajemen berat badan.

Untuk Pemesanan/Menjadi Agen :






Share:

Tahap Perkembangan Kanker Usus Besar

Tahap Perkembangan Kanker Usus Besar



Tahap Perkembangan Kanker Usus Besar



Ada empat tahapan yang menentukan tingkat keparahan penyakit kanker usus besar, di antaranya:
  • Stadium 1. Pada tahap ini kanker sudah mulai tumbuh di dalam usus besar, namun belum menyebar karena masih terhalang dinding usus.
  • Stadium 2. Pada tahap ini kanker telah menyebar ke seluruh dinding usus besar, bahkan menembusnya.
  • Stadium 3. Pada tahap ini kelenjar getah bening yang letaknya berdekatan dengan usus besar telah digerogoti oleh kanker.
  • Stadium 4. Ini merupakan tingkat paling parah dari penyebaran kanker usus besar. Pada tahap ini kanker telah makin jauh menyebar dan menyerang organ-organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan hati.
Penentuan tingkat keparahan kanker usus besar bisa dilakukan melalui diagnosis. Hal ini berguna dalam membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat.

Penyakit Kanker Usus muncul akibat adanya penumpukan toksin dalam usus kita, yaitu karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Sembelit adalah gejala awal adanya masalah dalam sistem pencernaa, feses yang tidak terbuang akan menumpuk dan mengeras dalam usus, akibatnya pembuluh darah tidak bisa menyerap nutrisi dari usus tapi justru toksin-toksin yang akan di serap dan disalurkan ke seluruh tubuh. inilah yang menjadi cikal bakal timbulnya berbagai masalah gangguan kesehatan.

Oleh karena itu sangat penting untuk membersihkan usus kita dari toksin, lakukan DETOX sekarang juga!!!!!

Keluarkan racun dari dalam tubuh dengan ZMOOTH, konsumsi zmooth 1 sachet sehari akan membantu tubuh anda melakukan detoxifikasi.

Kandungan 

Klorella
Daun Barley
Daun Gandum
Tepung Beras Merah
Klorofil
Cuka sari apel
Lidah buaya
Natural Maltodekstrin (daun stevia)
Spirulina
Prebiotik & Probiotik

Manfaat 

Membersihkan racun dalam semua sistem tubuh.
Membantu perkembangbiakan bakteri baik di usus.
Melancarkan pembuangan BAB.
Mempercepat penyerapan zat makanan dalam usus.
Mencegah kanker usus.
Meringankan beban fungsi enzim di pancreas.
Mengurangi lemak pada liver.
Membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Membantu menurunkan kadar kolestrol.
Mncegah infeksi saluran cerna, saluran kemih dan saluran nafas.
Mencegah penyakit kardiovaskuler ( stroke, hipertensi, penyakit jantung koroner, dsb )
Membantu mengatasi alergi.
Meningkatkan ketahanan pada masa kemoterapi kanker.
Meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh.
mmbantu menormalkan kadar gula darah.
Optimalisasi manajemen berat badan.

Untuk Pemesanan/Menjadi Agen :



Share:

Gejala dan Penyebab Kanker Usus Besar

GEJALA DAN PENYEBAB KANKER USUS BESAR


Gejala dan Penyebab Kanker usus Besar

Pengertian Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang menyerang usus besar atau bagian terakhir pada sistem pencernaan manusia. Penyakit ini dapat diidap oleh segala usia, meski 90 persen penderitanya berusia di atas 60 tahun.
Sebagian besar kasus kanker usus besar diawali dengan pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil yang disebut polip adenoma. Gumpalan ini kemudian menyebar secara tidak terkendali seiring waktu.

Gejala kanker usus besar

Berikut ini beberapa gejala yang dapat dirasakan penderita kanker usus besar, di antaranya:

  • Adanya darah pada kotoran atau bahkan pendarahan di anus.
  • Berubahnya tekstur kepadatan kotoran.
  • Menurunnya berat badan.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Nyeri atau kram pada bagian perut.
  • Perut kembung.
  • Meningkatnya frekuensi buang air besar atau diare.
  • Konstipasi.
  • Hilang nafsu makan.

Tidak semua gejala tersebut akan dirasakan penderita. Sebagian ada yang menjadi sering buang air besar dengan disertai darah pada kotorannya dan sebagian ada yang tidak disertai darah, namun merasakan nyeri pada perutnya.

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala kanker usus besar, terutama jika mengalami diare bergantian dengan konstipasi selama lebih dari tiga minggu. Harap waspada juga jika usia Anda telah mencapai 50 tahun ke atas dan merasakan gejala-gejala tersebut.

Penyebab kanker usus besar

Pertumbuhan sel di area tubuh tertentu yang tidak terkendali dan bersifat merusak merupakan penyebab kanker. Pada penyakit kanker usus besar, pertumbuhan tersebut bermula di dalam gumpalan sel pada lapisan usus bagian dalam, kemudian menjalar dan menghancurkan sel-sel lain di dekatnya, atau bahkan hingga ke beberapa area tubuh lainnya.

Pada awalnya, sel-sel yang diproduksi lapisan usus bersifat tidak berbahaya dan memiliki manfaat untuk menjaga kenormalan fungsi tubuh. Namun belum diketahui apa yang memicu sel-sel tersebut rusak, berubah menjadi sel kanker dan tumbuh secara tidak terkendali.

Meski penyebab kanker usus besar tidak diketahui, beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut, di antaranya:

  • Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan
  • Kekurangan serat.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Menderita penyakit gangguan pencernaan, salah satunya adalah kolitis ulseratif atau radang kronis di usus besar.
  • Menderita diabetes.
  • Kurang berolahraga.
  • Memiliki kerabat dekat, misalnya orang tua atau saudara kandung, yang menderita kanker usus besar.
  • Menderita sindrom Lynch.
  • Menderita suatu masalah genetika yang menyebabkan tumbuhnya gumpalan-gumpalan sel atau polip di dalam usus besar. Kondisi ini disebut familial adenomatous polyposis (FAP).
Kanker usus besar bisa dihindari apabila usus kita dalam keadaan bersih dan sehat yaitu terhindar dari racun-racun yang berbahaya yang berasal dari makanan, polusi, zat aditif (pewarna, pengawet, perasa,dll), logam berat, pestisida, hormon suntikan. Untuk itu lakukan detox usus secara berkala dengan "ZMOOTH". ZMOOTH adalah sayur dan buah dalam kemasan yang terbuat dari bahan-bahan alami.

Kandungan Zmooth

Klorella
Daun Barley
Daun Gandum
Tepung Beras Merah
Klorofil
Cuka sari apel
Lidah buaya
Natural Maltodekstrin (daun stevia)
Spirulina
Prebiotik & Probiotik

Manfaat Zmooth

Membersihkan racun dalam semua sistem tubuh.
Membantu perkembangbiakan bakteri baik di usus.
Melancarkan pembuangan BAB.
Mempercepat penyerapan zat makanan dalam usus.
Mencegah kanker usus.
Meringankan beban fungsi enzim di pancreas.
Mengurangi lemak pada liver.
Membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Membantu menurunkan kadar kolestrol.
Mncegah infeksi saluran cerna, saluran kemih dan saluran nafas.
Mencegah penyakit kardiovaskuler ( stroke, hipertensi, penyakit jantung koroner, dsb )
Membantu mengatasi alergi.
Meningkatkan ketahanan pada masa kemoterapi kanker.
Meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh.
mmbantu menormalkan kadar gula darah.
Optimalisasi manajemen berat badan.

ZMOOTH membersihkan toksin-toksin dalam tubuh, lakukan DETOX Sekarang Juga!!!!!!

Untuk Pemesanan/Menjadi Agen :





Share:
Powered by Blogger.

Recent Posts

Unordered List

Blockquote

Download